Filipus dan Sida-Sida Etiopia Berbagi Kabar Baik
Setelah selesai bernyanyi memuji Tuhan dan berdoa, Lause Lia mengajak anak-anak untuk duduk tenang mendengarkan cerita. Lause mulai menyapa anak-anak. Kemudian, ia menyampaikan bahwa bulan ini adalah bulan misi. Misinya adalah memberitakan Injil kabar baik, bahwa Tuhan Yesus baik dan telah menebus dosa manusia.
Tapi, harus ada orang yang memberitakan kabar baik itu, supaya orang lain yang belum kenal Yesus menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.
"Anak-anak, hari ini Lause mau bercerita. Ceritanya berasal dari Alkitab," kata Lause sambil menunjukkan Alkitab kepada anak-anak.
Sambil memegang gambar tokoh Alkitab sebagai alat peraga, Lause Lia berkata dengan lembut,
“Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang seorang pengikut Tuhan Yesus yang bernama Filipus, dan tentang seseorang dari negeri jauh yang disebut sida-sida Etiopia.” Anak-anak mulai memperhatikan.
Suatu hari, malaikat Tuhan menyuruh Filipus pergi ke jalan sunyi dari Yerusalem menuju Gaza. Filipus patuh dan berangkat. Di sana, ia melihat seorang sida-sida Etiopia. Ia baru pulang beribadah di Yerusalem. Orang itu sedang duduk di keretanya dan membaca kitab nabi Yesaya dengan suara keras.
Roh Tuhan menyuruh Filipus mendekati kereta itu. Filipus mendengar bacaan sida-sida dan bertanya, “Mengertikah tuan apa yang tuan baca?” Sida-sida menjawab, “Bagaimana aku bisa mengerti tanpa pembimbing?” Ia lalu mengajak Filipus naik dan duduk di sampingnya.
Ayat yang dibaca berbunyi: “Seperti domba dibawa ke pembantaian, Ia tak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan, nyawa-Nya diambil dari bumi.” Sida-sida bertanya, “Tentang siapa nabi ini bicara? Dirinya sendiri atau orang lain?”
Filipus mulai menjelaskan. Ia memberitakan kabar baik tentang Yesus, Sang Mesias yang dikorbankan demi menebus dosa manusia. Sida-sida mendengarkan dan percaya.
Saat melanjutkan perjalanan, mereka melihat air di pinggir jalan. Sida-sida meminta Filipus untuk membaptisnya.
Mereka turun ke air, lalu Filipus membaptis sida-sida itu.Begitu keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba membawa Filipus pergi. Sida-sida tidak lagi melihat Filipus.
Selesai mendengar cerita Firman Tuhan, anak-anak mau membagikan berkat, yaitu membagikan sembako kepada para petugas kebersihan dan satpam sekolah maupun di gereja. Kegiatan ini dilakukan di kantin sekolah. Setelah selesai, anak-anak kembali ke kelas dan berdoa pulang. Kegiatan berbagi kasih pun telah terlaksana dengan tertib.
Cerita dari Kisah Para Rasul 8 ini mengajarkan kita bahwa Tuhan menggunakan orang-orang patuh seperti Filipus untuk memberitakan Injil kepada siapa saja, bahkan dari negeri jauh.
Seperti sida-sida Etiopia yang percaya dan dibaptis, kita juga dipanggil untuk berbagi kabar baik tentang penebusan Yesus. Anak-anak sekolah Minggu meneladani hal ini dengan membagikan sembako, menunjukkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata. Mari kita semua menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada!
#Disarikan dari cerita Laose Lia.

0 Komentar