Turbulent, be Seated
Kamis, 12 Februari 2026, dalam penerbangan saya dari CGK ke SUB dengan Batik ID 6406 sempat mengalami turbulent. Di pertengahan penerbangan itu, pilot dari ruang cockpit mengumumkan:
Turbulent, be seated (Kalimat ini diulang 2 kali).
Pesawat mengalami guncangan. Awak cabin yang sedang menyajikan snack segera duduk di lantai. Puji Tuhan, akhirnya penerbangan selanjutnya cukup tenang dan mendarat dengan baik.
Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama saya. Sudah beberapa kali dalam penerbangan saya mengalami turbulent, bahkan ada yang lebih hebat dan lama dari yang terakhir ini.
Pelajaran pentingnya adalah dapat take off dengan lancar belum tentu dapat landing dengan mulus.
Kehidupan dalam konsep Perjanjian Lama adalah sebuah "perjalanan". Kej. 5:22 dalam naskah Ibraninya: Enoch "berjalan" bersama Allah... Ayat-ayat lain misalnya: Kej. 17:1, Mzm. 1:1; 119:105, Mik. 6:8.
Paulus sering menggunakan kata "berjalan" untuk "kehidupan" (Gal.5:16, Ef. 4:1, 17; Ef. 5: 2, 8, 15; Kol. 1:10). Dalam sebuah perjalanan ada garis start/finish dan banyak kejadian/peristiwa.
Faktanya adalah orang yang sakit-sakitan, atau yang sudah tua, belum tentu mereka yang sudah lebih dekat dengan garis finish. Orang yang sehat, masih muda, belum tentu mereka masih jauh dengan garis finish.
Seseorang mengatakan kepada saya, "Saya yakin usia setiap orang sudah ditentukan oleh Tuhan."
Paulus menasihati kita “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup (berjalan), janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Efesus 5:15-16 (TB)).
Musa berdoa “ Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12 (TB)).
Kiranya Allah Tritunggal mengaruniakan rahmat-Nya berlimpah- limpah kepada kita.

0 Komentar